Selasa, 01 Februari 2011

Puas Antri

Senin kemarin semua jadwal hariku hari itu gatot, gagal total. Bukan hanya karena hujan yang tidak berhenti-berhenti sedari subuh, tetapi hari itu sehari penuh sekali lagi sehari penuh kulakukan untuk mengantri di kantor Immigrasi. Aku kesana untuk memperbaharui pasporku yang sudah kadaluarsa. Sebenarnya keribetannya dimulai saat penyerahan berkas gara-gara dari pamfletnya immigrasi kalo memperbaharui cuma menyerahkan foto kopi KTP dan Kartu Keluarga dan menunjukkan aslinya doang, plus mengisi formulir yang disediakan immigrasi bermaterai,ternyata tidak begitu. Sama saja seperti yang membuat baru menyertakan dan memperlihatkan fotokopy akta kelahiran dengan aslinya, juga kalau kita Pegawai disuatu instansi atau perusahaan kita harus menunjukkan surat rekomendasi dari kantor kita kalau kita pegawai disana. Yah, yang dua ini kutinggal, kukira akukan cuma memperbaharui doang, jadilah keesokan harinya aku balik lagi kesana. Masalah berkas beres. Aku menyerahkan berkas hari senin, disuruh balik lagi buat pembayaran dan photo/wawancara senin berikutnya alias seminggu lagi! Aku ikutin aja, Senin berikutnya walaupun hujan aku datang pagi-pagi benar siap-siap antri karena immigrasi sekarang tidak seperti immigrasi sepuluh tahun yang lalu. Aku ingat dulu sepi banget, hari ini menyerahkan berkas, besok langsung photo, beberapa hari kemudian selesai. Melihat gerombolan manusia, mobil dan motor yang parkir wah, bakalan lama nih! Maklum sekarangkan banyak banget orang yang mau umrah, wah immigrasi kagak ada sepinya kayaknya. Bahkan aku liat ada ibu-ibu dan Bapak-Bapak yang tampangnya beredar setiap hari disitu rupanya mereka calo yang menguruskan orang-orang yang mau bikin paspor. Waktu aku tanya berapa mengurus paspor liwat calo atau travel, mereka menyebut angka Rp.600.000, lumayan bangetkan karena kalo ngurus sendiri paling banter Rp.300.000! Emang sih ngga semua orang punya waktu buat ngantri, coba bayangin bagi pedagang sehari ngga dagang lumayan rugikan? Belum lagi bagi Bapak-Ibu yang sudah manula, atau orang-orang dari pelosok ke ibu kota propinsi aja jarang-jarang apalagi berurusan dengan tetek bengek birokrasi di immigrasi ribet banget "orang yang menguruskan" ini sangat membantu sekali bagi mereka. Tapi walau begitu tetap saja mereka harus antri dan setor muka waktu photo session dan wawancara.

Aku dapat dua nomor antrian, 345 antrian bayar sepagi itu angkanya sudah 300 apalagi siangan dikit, sedang nomor antri photo dapat nomor cantik 777! Lumayan dari jam 7 sampai jam 11 baru dapat giliran bayar, kulihat antrian photo masih seratus orang lagi baru giliran aku, untung aku sudah minta izin hari itu untuk mengurus ini. Aku pulang saja dulu soalnya jam 12 pegawai istirahat. Aku jemput anakku dan mengajaknya makan siang sebelum ditinggal di rumah neneknya soalnya aku harus balik lagi jam 2 buat photo dan wawancara. Pas aku balik orang-orang masih ada orang yang dari tadi pagi bareng sama aku bertahan bahkan ada yang menggelar makan siang ditempat takut ketinggalan antrian waktu nomor mereka disebut, maklum tidak sedikit mereka datang dari jauh. Yang bawa balita anaknya mulai ada yang ngamuk. Untung aku sudah makan dan anakku sudah aman dengan neneknya, sengaja aku membawa bacaan diselingi ngetweet ama facebookan selama nunggu antrian. Alhasil antri dari jam dua photo sama wawancaranya jam 4! dari dandan habis-habisan sampai kucel baru diphoto!he...he....Tapi melihat kerjaan yang moto sama wawancara aku bersyukur dengan pekerjaanku, baru saja setumpuk berkas dan beratus-ratus orang mereka photo dan wawancara datang lagi puluhan hingga ratusan orang waktu kutanya kapan kalian pulang ke rumah, mereka jawab jam sembilan malam mbak! Dengan beratus-ratus orang seharinya yang melayani cuma empat orang! Kebayang kan, sudah saatnya kayaknya immigrasi menambah pegawai! Satu Lagi,Kayaknya front office mbak atau Mas yang ganteng dan cantik kayak front office di Bank atau Hotel, bukan Bapak-Bapak galak berkumis Pak Raden, Mau tanya-tanya aja udah diplototin. Tapi ada baiknya juga Bapak-Bapak ini jadi front office yang mau ngemplang antrian ngeper duluan :), ternyata setelah berphoto dan wawancara aku menunggu selasa depan baru bisa memiliki pasporku yang baru, siap-siap antri lagi! Penasaran Gayus kemarin bikin paspor seribet ini juga ngga ya