Kamis, 17 Maret 2011

Undangan

Beberapa hari ini aku mendapatkan beberapa undangan. Ada undangan perkawinan, akikahan, selamatan orang yang ingin pergi umroh, acara maulidan, dan lain-lain. Kadang sebagai wanita pekerja aku dihinggapi dilema kalau undangan dilangsungkan saat bukan waktu libur atau di luar jam kerja. Padahal yang melangsungkan hajat keluarga atau sahabat dekat. Agak tidak enak hati kalau tidak datang ke acara yang mereka undang, apalagi hampir setiap hari kita bertemu. Makanya kalau tidak ada halangan yang sangat tidak mungkin aku menghadiri undangan aku usahakan untuk datang. Kalau tidak memungkinkan aku datang disaat jam atau hari yang ditentukan, aku datang sebelumnya atau setelahnya. Aku pikir yang mereka harapkan kan do'a dan kedatangan kita, walaupun datang di awal atau diakhir seperti ini kadang membuat kerikuhan pada si empunya gawe, apalagi kalo bukan makanan yang stoknya sudah habis atau belum siap...he...he... itukan ngga penting banget, bilang saja kita sudah makan sekalian mensukseskan program diet!

Selain waktu, masalah pakaian juga kayaknya ribet juga kalau sudah ingin datang ke undangan. Kalau waktunya sepulang kerja, aku biasanya langsung memakai pakaian kerja, karena kalau pulang ke rumah dulu makan waktu, dan kalau sudah pulang ke rumah malas pergi lagi. Kecuali acara itu mempunyai dress code mau tak mau aku harus memenuhi dress code tersebut. Tapi kebanyakan setelah menikah aku memilih pakaian yang lebih memberikan kenyamanan daripada penampilan. Apalagi datangnya sekeluarga gitu, tidak terbayang deh pake pakaian ribet sambil gendong-gendong anak...he..he...Tapi gara-gara penampilanku yang sangat simple itu aku sering dikritik, tapi kupikir yang mengundangkan mengharapkan kedatanganku bukan penampilanku. Lagipula aku paling tidak bisa berdandan hanya untuk pencitraan diri, malah kesannya lebay dan dibuat-buat, bukannya tambah pede malah jadi salah tingkah. Pengen sih pake stilleto atau pake baju beling-beling gitu, atau kebaya dari brokat Perancis, duh bune, kakiku ini pemakan sepatu cantik, ada saja accident kalau pake sepatu atau selop cantik, ya keseleo, hak patah, tali copot, yang terakhir ketusuk paku.Baju atau jilbab beling-beling warna mencolok tidak mungkin, kulitku termasuk tan dan harus hati-hati milih warna dan aksesoris biar tidak kelihatan makin "gelap dan kusam" he...he...Brokat perancis....siapa yang tidak pengen, apalagi kebaya model-model Anna Avantie gitu...tapi yaa....ngga makan sebulan dong...he...he...Dandan ke kondangan perlu tapi tak perlu yang berlebihan, disesuaikan dengan acara yang kita datangi. Ntar aura si mempelai langsung redup gara-gara kita datang kan kasihan...he...he...

Anak-anak perlu diajak atau tidak, tergantung acaranya apa? Dimana tempatnya? Yang ngundang siapa? Untuk acara malam hari atau perlu waktu lama, seperti acara seserahan yang kadang di mulai dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang, apalagi yang nganter seserahan harus menempuh jarak yang lumayan jauh. Tahu saja anak-anak acara tunggu-menunggu begitu membuat mereka bete, apalagi sudah waktunya makan siang acaranya belum kelar dan acara makannya masih lama, siap-siapin aja stok sabar karena anak-anak itu sudah umum kalau lapar, capek, ditempat asing, atau diacara yang bukan kesukaan mereka (kecuali acara ulang tahun, atau di taman bermain) mereka cepat bosan dan buntut-buntutnya rewel, kita tidak mau kan anak kita jadi bikin kacau acara orang? Bukan salah si anak sih, salah orang tuanya. Masalah tempat juga penting, apalagi bawa balita yang masih perlu ASI, tidur cukup, dan tempat tenang dan nyaman tidak perlu dibawa keacara yang padat manusia dan sangat hiruk pikuk, kecuali tidak ada yang jaga atau acaranya di tempat keluarga dekat, itupun tidak bisa lama-lama. Yang ngundang siapa? Apakah keluarga? trus siapa saja yang diundang, kalau yang diundang kita sekeluarga, kita bisa bawa anak-anak, tapi kalau undangannya cuma kita dan suami atau undangannya cuma satu buat satu kantor, tidak mungkin dong bawa keluarga ntar diplototin yang punya acara ini mau datang ke undangan atau mau makan siang gratis sih....he...he...ketahuan emaknya malas masak!

Masalah amplop dan hadiah, ini kadang-kadang suka bingung harus kasih amplop atau tidak, makanya buat jaga-jaga aku selalu bawa amplop yang kuisi uang, jaga-jaga kalo orang kasih amplop, kan tengsin semua orang kasih kita cuma kasih tangan doang! Kecuali sudah ada tulisan tidak menerima amplop dan kado, terima kasih. yang aku tahu kalo acara selamatan, wisuda, naik pangkat, maulidan, yasinan, nujuh bulanan tidak perlu pake amplop. Tapi acara kawinan, nikahan, selamatan haji pake amplop juga katanya kalo uang yang kita kasih dibelanjain sama orang yang naik haji di Mekkah , kita bisa pergi ke Mekkah juga kalau tidak bisa kado seperti mukena, kaos kaki, perlengkapan haji. Aqiqah atau tasmiyah juga bisa pilih pake amplop atau kado, kadonya tentunya berupa perlengkapan bayi. Aku ingat betul waktu habis tasmiyahan dan aqiqahan anakku aku ngga perlu beli perlengkapan bayi selama beberapa bulan..he..he....

Yuk, kita datang ke undangan....wah pinggang dan perut makin melar aja nih!...he..he...

5 komentar:

  1. yuk marii,...enak dong perbaikan gizi,..heheheheh

    BalasHapus
  2. Undangan yuukkksss!!!!
    Jangan lupa undang2 aku ya Bunda...;)

    BalasHapus
  3. Nah...
    kita mengalami problem yang kurang lebih sama dalam mencari kostum kalo kondangan nih mba...
    Apalagi jaman ASI ...

    Biasanya sih biar simple aku suka pake rok terusan ajah...tapi kalo nge ASI kan ribet yak...masa harus dibuka dari bawah gitu...hihihi...

    Akhirnya dengan sangat terpaksa sekali aku harus minta budget tambahan ke abah buat beli baju...hihihi...*cari alasan sebenernya mah*

    BalasHapus
  4. saya jg benernya suka pake selop cantik. tp gak nyaman ah.... badan lebar begini, pake stiletto? no i dont think so :D

    say yes to flat shoes! (^_^)

    BalasHapus
  5. ikutan say yes to flat shoes.

    Apalagi di Jepang kemana-mana naik bus dan kereta. Pernah tuh suatu waktu aku lagi naik kereta. Di depanku ada cewek muda pakai sepatu hak tinggi banget. Dengan tatapan tajam (+ iri) ke arah sepatu aku berkata, "Kalo jatuh rasain lu"

    Gubrak, dia jatuh di depanku.....
    Sorrryyyy
    tapi itu pasti sakit sekali :D

    Makanya jangan gara2 fashion tidak memikirkan keselamatan deh

    EM

    BalasHapus

Terima kasih buat teman-teman yang sudah berkomentar