Tampilkan postingan dengan label thousands miles away. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label thousands miles away. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Desember 2019

BERDARMAWISATA KE RIAM BEJANDIK

Sepulang dari ke undangan perkawinan sepupu di Kandangan kami lantas melanjutkan perjalanan 12 km menuju Berabai, tidaklah sulit menemukan tempat wisata ini, tapi perjalanan kesana lumayan jauh tapi jalan relatif mulus dan beraspal.


Seperti namanya Riam Bajandik ini wisata sungai, siap-siap baju ganti karena siapa tahu ingin mencwburkan diri ke air yang bening. Walaupun namanya riam, arusnya tidak terlalu deras, airnyapun tidak terlalu dalam. Mungkin karena kami kesana pas musim kemarau.


Disana sudah banyak tersedia warung makan dan pondok pondok sederhana dengan harga sewa Rp.20.000 untuk selonjoran kaki sambil menikmati es kelapa dan gorengan. Disana juga tersedia WC umum dan Mushola dan aksesoris buat selfie dan welfie seperti ayunan, payung-payung, dll.



Sebelum pulang kami menyewa rakit bambu yang muat untuk satu keluarga sewanya Rp.50000 sekali jalan.


Menyusur sungai yang tenang dan menikmati alam pedesaan yang masih asri sambil menghirup udara segar.Anakku bilang seperti menyusur sungai Amazon. Siapa tahu kalian belum ada rencana liburan ini bisa ke Riam Bajandik di Propinsi Kalimantan Selatan.




Sabtu, 30 Mei 2015

KEMBALI KE YOGYAKARTA

Aku dan suami sudah pernah ke Yogyakarta, tapi sendiri-sendiri. Dulu waktu masih perawan ting-ting pernah liburan kesini sampai beberapa kali. Suami juga dalam rangka kerjaan. Tapi liburan imlek kemarin kami liburan bareng ke Yogya sekalian ngajak Icha yang memang baru pertama kali ke Yogya. Kota pelajar yang apik ini memang ngangenin. Berhubung hari pertama Icha sakit kontan kita tidak kemana-mana cuma tinggal di penginapan, Alhamdulilah hari berikutnya Icha mulai sembuh dan dia ngajak jalan-jalan. Kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Kraton saja, tapi karena baru sembuh kita tidak lama-lama di Kraton karena Icha ngajak pulang dan maunya digendong saja. Untung masih sempat foto-foto dulu :)


Hari ketiga Icha sudah pulih benar kelihatan dia pagi-pagi sudah mandi dan bersemangat untuk mengeksplore Yogya. Pilihan kami apalagi kalau bukan jalan-jalan di Malioboro.Tapi karena kepagian dan toko-toko baru buka kami hanya jalan-jalan saja di sepanjang jalan terkenal itu dan akhirnya lesehan menikmati bubur ayam murah meriah diakhiri dengan naik delman keliling kota.


Sebenarnya sih kita berencana ke tour de Candi dan Kali Urang tapi melihat kondisi Icha,kami memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar kota Yogya saja, akhirnya pilihan kita Taman pintar dan Taman Sari. Karena penginapan kita disekitar Pakualaman, kita hanya naik becak saja pergi kedua tempat tersebut.


di depan gong perdamaian

Di depan foto Presiden Soekarno

copyan naskah proklamasi yang asli

Icha melakukan percobaan kimia sederhana

memegang bola listrik

melihat tulang bergerak

menjadi pembawa acara TV

Taman pintar memang dibuat untuk sarana pendidikan dan hiburan bagi anak-anak. waktu aku ke sana tempat itu penuh dengan anak-anak sekolah dari TK hingga SMU. Disana banyak diorama maupun alat interaktif hingga kegiatan yang nampaknya main-main ternyata sarana pembelajaran. Diawal kita disuguhi pengetahuan sejarah bangsa ini, ditingkat berikutnya kita disuguhi beberapa alat peraga IPA, Icha suka sekali melakukan percobaan kimia sederhana, anak-anak diikut sertakan langsung dalam percobaan ini. Di bola listrik beberapa ABG maju mundur ingin memegang bola itu eh Icha yang berani duluan megang, walaupun mengandung listrik tapi tidak nyetrum kok, tapi rambut aja tiba-tiba jadi jabrik....hehehe...setelah Icha, ABG-ABG itu berebutan ingin memegang bola itu. Beberapa alat IPA yang dibuat menarik tak terasa kami sudah berada di tingkat paling atas, disana Icha mencoba menjadi pembawa acara TV yang direkam langsung dan bisa ditonton di TV diluar kaca. Keluar dari taman pintar langsung menuju lantai dasar, disana ada food court lumayan buat ngisi perut yang mulai keroncongan, di sampingnya juga ada toko-toko buku yang jual buku-buku baru maupun bekas. Puas deh jalan-jalan kesini.

Setelahnya kami lagi-lagi naik becak (murah sih) ke Taman sari yang tidak begitu jauh dari Taman pintar. Taman Sari itu Taman Pemandian Raja dan selirnya zaman dulu. Komplek pemandian ini sangat luas. Waktu aku kesana air kolamnya pas di kuras, tapi pengunjung lagi penuh-penuhnya terutama wisatawan manca negara. Aku sudah lama pengen kemari akhirnya kesampaian juga.

Senengnya akhirnya kesampaian juga foto-foto silhuette ala ala disini...heheh


Keluar dari taman Sari di sekeliling tembok tingginya terdapat rumah-rumah penduduk yang dilukis secara artistik. Kampung ini terkenal dengan kampung cyber dan penghuninya rata-rata sudah melek internet. Disini juga banyak toko-toko batik.


Malamnya kami menghabiskan malam terakhir kami dengan makan malam ala lesehan di Malioboro, aku agak kaget juga dengan perkembangan malioboro sekarang terutama kemacetan dan banyaknya wisatawan domestik maupun manca negara tumplek blek disini. Kamipun mengakhiri malam dengan jalan-jalan ke alun-alun, pengen sih naik mobil lampu, tapi Icha sudah ngantuk jadi kita memutuskan kembali lebih cepat. Esok harinya kami kembali ke Banjarmasin, terima kasih Yogyakarta, moga suatu hari nanti kami bisa kembali kesini lagi.





Selasa, 07 April 2015

JAMU GINGGANG

Kamu penggemar jamu? Aku? Iya banget. Jamu gendong, jamu seduh, yang rasanya enak sampai yang pahit....ayooo...hehehe...ya aku suka sambiloto.  Minuman berkhasiat dan khas Indonesia ini memang popular dari zaman ke zaman. Walaupun jaman canggih sekarang ini teteup tak sanggup menyingkirkan jamu dan khasiatnya dihatiku. Banyak manfaat dari jamu apalagi bagi wanita Indonesia yang hidup di negeri tropis. Salah satu khasiatnya menghindari dan mengobati penyakit kewanitaan, bau badan, menambah nafsu makan, bahkan membuat langsing singset, dan lain-lain. Aku ingat sekali sehabis melahirkan aku harus minum berbagai jamu setiap hari, tapi bagiku bukan siksaan karena khasiatnya memang mengagumkan, bahkan melancarkan ASI dan mengembalikan stamina ibu yang lemah baru melahirkan.

Ngomong-ngomong soal jamu sewaktu aku ke Jogja beberapa waktu yang lalu aku sempat mampir ke rumah jamu ya begitu kusebut terkenal di Jogjakarta, namanya Jamu Ginggang. Konon dari Bapak yang jual, Jualan Jamu sejak tahun 1930-an hingga sekarang.Walaupun zaman berganti, namun pembuatan jamu ini tetap menggunakan bahan-bahan berkualitas dan dibuat dengan cara tradisional.
Penampakan warung jamu dari depan

Asal usul jamu ini dari Bilowo, Abdi dalem Puro Pakualam. Pada awalnya Bilowo meracik jamu hanya untuk Kanjeng Sinuwun Paku Alam VII, atas seijin beliau pula Bilowo .menjajakan jamu racikannya tersebut. Asal kata Jamu Ginggang adalah Tan Genggan artinya bersatu padu, nama ini pemberian kerabat Puro Pakualam, karena agak susah mengucapkannya diubah jadi Jamu Ginggang, pada awalnya melihat namanya aku berpikir ini jamu hanya untuk mengobati penyakit pinggang atau encok doang, namun melihat daftar jamu yang tersedia ternyata menyediakan berbagai macam jamu, harganya berkisar antara Rp.3000-12000, buat oleh-oleh bisa beli jamu botolan yang tahan hingga tiga hari.

                                                    Jamu dan daftar harganya silakan dipilih

Warung jamu ini buka dari jam 08.30-20.30 WIB, sebelum jamu ini buka didepannya biasanya ada Mbah-mbah jualan gudeg murah meriah, Rp. 7000 dapat gudeg komplit dan mengenyangkan, setelah si Mbah jualan gudeg tutup warung jamu buka sebagai minuman penutup, mau hangat atau dingin suka pilih. Aku pilih temu lawak beras kencur, rasanya segar dan enak, setelah kemarin keliling Jogja badan lelah terasa segar kembali.
                                 Jamu temu lawak beras kencur pesananku dengan air gula jahenya
                                          Interior Warung Jamu yang berkesan tempo doeloe
                                                        Spanduk Jamu Ginggang

Bagi kalian yang ingin berdarma wisata ke Jogja dan penggemar jamu-jamuan, Tak ada salahnya, Warung Jamu Ginggang ini bisa dicatat sebagai tujuan wisata kuliner selama berkunjung ke kota pelajar ini. Tempatnya mudah ditemukan dekat Puro Pakualam, Jalan mesjid no.28 tepat diseberang Hotel Puri Pangeran. 

Sabtu, 28 Februari 2015

DE DAUNAN

Bagi kalian yang ingin liburan ke Malang, menginap di Batu memang sangat strategis. Banyak tempat wisata dan hiburan keluarga disana, daripada bolak-balik Malang Batu, lebih baik menginap di Batu saja. Waktu Liburan tahun lalu kami menginap di De Daunan Boutique Guest House. Sebelum berangkat kami sudah tengok-tengok penginapan ini di Agoda dan Booking.com tapi penuh dan harganya lumayan mahal mungkin buat kamar yang paling besar (kali).

Sesampainya di Batu aku iseng-iseng telpon ke Dedaunan eh ternyata masih ada kamar yang kosong dan harganya sekitar tiga ratus lebih lah. Kami memutuskan untuk menginap disana, tempatnya tidak jauh dari Batu Night Spektakuler dan Jatim Park 2, walaupun letaknya agak ke dalam perumahan tapi mudah ditemukan dari jalan besar. Tepatnya di jalan Trunojoyo 2 Jun Rejo Batu, Malang 65141, phone :+62 341 594466

Kami menginap di kamar kecubung dekat dengan front desk. Kamarnya seperti rumah di pedesaan, di depan kamar kami ada beranda yang cukup nyaman, sebelum masuk ke tempat tidur ada ruangan seperti ruang tamu mungil ada sepasang kursi rotannya, diatas mejanya disediakan buah-buahan lokal. Tersedia juga alat pemanas air, teh, gula, dan kopi.Tidak ada AC, tapi kami tidak memerlukannya karena Batu daerah pegunungan tentu saja hawanya sejuk. Kamar mandinya berlantai batu gunung.
                                                  Ada beranda di depan kamar kami
                                            Penampakan kamar kami dari luar
                                                                   Ruang tamu mungil

                                                                     Kamar tidur
                                                                Ruang Makan
                                                          Kebun Sayuran
                                                                  kebun Buah Naga
                                                           Kolam Renang Mungil

Overall kami senang menginap disini, tempatnya sejuk banyak pepohonan, sepi jauh dari jalan raya, cukup bersih pelayanannya cepat dan ramah, hanya mungkin makan paginya kurang bervariasi entahlah mungkin karena kami hanya menginap hanya satu malam disini, waktu itu disediakan gado-gado dan roti dan buah-buahan, akan lebih baik kalau disediakan satu lagi selain gado-gado misalnya bubur ayam atau nasi goreng...hehehe...maunya. Bagi yang menginap bersama keluarga yang jumlahnya lebih banyak ada pondok yang lebih besar dengan tempat tidur yang lebih banyak bisa menampung sampai 5 anggota keluarga.Kalau ke Batu lagi  aku ingin menginap disini lagi.

Senin, 26 Mei 2014

TOUR THE JATIM PART 1 : TAMAN SAFARI

Minggu lalu kami menyempatkan "sedikit liburan" ke Seputar Jawa Timur. Cuma aku, Abah, dan Icha yang berangkat. Karena si Kaka sudah pernah liburan kesini tahun lalu. Ini pengalaman Icha pertama berlibur ketempat yang sedikit jauh, lintas pulau dan harus naik pesawat segala. Kelihatan dia sangat menikmati miniliburannya ini, yaiyalah rencananya sudah jauh-jauh hari :).

Kami berangkat Kamis saat tanggal merah Hari Waisak sengaja penerbangan pertama biar sampai di Surabaya pagi dan bisa langsung jalan-jalan. Sampai di Juanda, sopir mobil yang kami sewa sudah menunggu, kami langsung cabut ke Malang. Tujuan kami pertama ke Taman Safari II Prigen letaknya Prigen-Pasuruan sebelum Kota Malang, dikiri kanan jalan yang menanjak banyak orang menjajakan wortel buat memberi makan hewan nanti di taman Safari, seikatnya ada yang Rp.5000 ada Rp.10000. Hawa sejuk pegunungan mulai menyergap, pemandangan sawah yang bertingkat-tingkat dan gunung-gunung di kejauhan meyegarkan mata. Akhirnya sampai juga ke taman safari, ongkos masuknya satuorang Rp.70000 untuk tiket reguler ada juga yang terusan Rp.110.000.

Setelah mengantongi nota tiket dan guide map mulailah kita bersafari ria di Taman Safari yang letaknya di lereng Gunung Arjuna tepatnya di desa Jatiarjo Prigen Pasuruan. Zona pertama Safari Adventure, daerah konservasi seluas 340 hektar ini kita dibuat takjub dengan hewan-hewan Asia sampai afrika dari yang jinak sampai yang liar dan buas, bagi binatang karnivora akan ada papan peringatan untuk di larang membuka jendela dan menutup semua pintu mobil rapat-rapat. Tapi di tempat-tempat binatang herbivora tidak ada larangan untuk membuka jendela mobil bahkan memberi makan binatang. Icha sangat senang bisa memberi makan Ilama dan Zebra walaupun agak sedikit takut. Sedang Singa, Harimau, dan Macan tutul nampak bermalas-malasan, rupanya sebelum Taman Safri dibuka mereka sudah dikasih makan sampai kenyang jadi kelihatan tenang-tenang saja ditonton pengunjung :)
                                                             Bison sedang asyik makan

                                                              Icha kasih makan Ilama
                                                              Kuda Nil
                                                                  Singa
Setelah muter-muter di Zona Safari Adventure, kita sampai di Zona baby zoo dan Taman Rekreasi. Kita keluar dari mobil dan mulai berkeliling sambil memanjat bukit, untung saja mengenakan sepatu kets lumayan gempor menuju ketempat Baby Zoo sambil meliwati kandang-kandang binatang. Nah disini kita bisa berfoto dengan binatang dengan membeli tiket Rp.10000 sekali foto kebetulan disitu ada guide yang membawa wisatawan dari China, mungkin karena beli tiketnya kebanyakan tiket yang tersisa dibagi-bagikan cuma-cuma pada anak yang liwat termasuk Icha kebagia 6 tiket horeeeee! Agak takut-takut berani Icha berhasil berfoto dengan Singa Putih, Simpanse, dan burung kakak tua.
                                          Bersama Kevin si Bayi Singa putih :)
                                          Baby orang utan ini sadar kamera banget pinter bergaya
                                                            Bersama dua kakak tua
Ditempat baby zoo ini juga banyak tempat asyik buat acara narsis.com :) tapi ya itu siap-siap counterpain ntar malamnya maklum sudah berumur daki-daki dikit encok dan pegal-pegal melanda :).

Terakhir di Taman Safari ini juga tersedia wahana rekreasi permainan anak-anak dan pertunjukan satwa, kalau pertunjukan satwa ini gratis cuma waktunya ditentukan, tapi kalau wahana permainan kita diminta bayar lagi setiap permainan Rp.10000 atau tiket terusan semua permainan Rp.50000. Disini juga ada terdapat toko-toko cendera mata khas Taman Safari.Sepulangnya dari Taman safari kami singgah di Rumah makan Bu Sri, Ayam Kampung Bakarnya lumayan enak dan harganya juga tidak terlalu mahal, tempatnya juga bagus dekat dengan sawah dan sungai kecil cuman agak kurang kebersihannya.

Sebenarnya kami ingin ke Jatim Park 2 Selepas Zuhur namun mengingat jalan menuju Malang padat merayap hampir satu jam, kami membatalkan keinginan kami itu, karena percuma sampai ke Jatim Park 2 mungkin sudah tutup, kami memutuskan ke penginapan saja dan jalan-jalan seputar Malang malamnya. Kami menginap di Srikandi Guest House terletak di Jalan kawi tepatnya di belokan antara KFC Kawi dan BCA Kawi pas seberang SD Santa Maria. Untuk penginapan sekelas Guest House tempat ini lumayan,dengan bed dan kamar mandi air panas dan TV kabel, cuma bantalnya agak-agak apek mungkin tidak pernah dijemur, namun dari segi tempat daerah ini sangat strategis banyak orang jualan makanan, dekat kemana-mana pakai angkot atau becak, kalau kelaparan dan tidak ingin jalan jauh di sebelah ada rumah makan dan jalan dikit ada KFC :)

Hari sudah malam setelah Sholat Maghrib di Mesjid Agung Malang dan jalan-jalan di Mal Olympic kami istrihat karena jadwal jalan-jalan besok sudah menunggu sekalian meredakan kaki dan badan yang pegal sehabis muter-muter taman safari siang tadi. Acara ngebolang ini akan terus berlanjut di Tour The Jatim part 2 : Selecta, Petik Apel, dan Batu Night spektakuler, yang akan tayang sebentar lagi jangan kemana-mana terus pantengin blog ini yaa :)

                                                       

Sabtu, 08 Oktober 2011

15th Anniversary SSEAYP 1996



Teman grup SSEAYP BBMku mengingatkan aku kalau tanggal 5 Oktober kemarin kita berangkat ke Bangkok dan memulai perjalanan menakjubkan kami dengan "Nippon Maru". Ku buka,Facebookku, teman-teman SSEAYPku pada mengucapkan "Happy Anniversary!". Waktu berjalan begitu cepat. 15 tahun tidak terasa padahal rasanya baru kemarin. Aku ingat betapa culunnya tampangku waktu itu, seorang mahasiswa dari daerah yang ke Jakartapun baru sekali itu.
wajah lelah dan mengantuk setelah sesi latihan dicibubur
sebelum berangkat persahabatn itu masih ada hingga sekarang

Sebenarnya kita belum berlayar tapi program dimulai tanggal 5 Oktober 1996 Nippon Maru masih sandar di Pelabuhan Bangkok hingga tanggal 8, selama itu kita mengikuti berbagai Country Program di Thailand, seperti mengunjungi Government House dan beramah tamah dengan salah seorang Menteri di Kantor Perdana Menteri Thailand waktu itu Mr. Chatchai Earsakul, mengunjungi pusat kerajinan tangan Thailand di Narayana Phand dan makan malam di hotel Ambassador yang dihadiri beberapa Menteri Thailand waktu itu. Pertama kalinya juga malam itu kami mempertunjukkan kebolehan kami menyanyikan Lagu Indonesia barat komplit dengan gaya tor-tornya berkat gemblengan di Cibubur setelah menyusur dapur hotel dan dandanseadanya di toilet, penampilan kita mendapat applause luar biasa, mungkin karena lagu-lagu daerah kita unik yaa..
kontingen Indonesia photosession di Hotel Ambassador


paduan suara in action

Keesokan harinya sudah menunggu institusional visit yang tujuannya berbeda-beda tergantung grup dan busnya Grand Palace, Dusit Zoo, Vimanmek, akhirnya kita dikenalkan dengan orang tua angkat masing-masing untuk homestay dua hari dengan keluarga angkat di Thailand, sebuah pengalaman baru tinggal di negeri asing dan berkomunikasi dengan orang yang berbahasa asing pula, tapi aku sangat menikmati hari-hariku bersama keluarga angkatku di bangkok walaupun mereka beragama Budha mereka menghormati aku yang muslim bahkan mereka mengajakku makan di restauran muslim, diajak keliling Chao Phraya dengan boat dan ke Temple of Dawn. Ah dimana ya mereka sekarang, masih mencari mereka di facebook.

Tanggal 8 Oktober 1996 Nippon Maru angkat jangkar, kami saling melemparkan pita pada orang tua angkat kami, pita itu semakin lama akan terlepas saat semakin jauh Nippon Maru Melaju bersama jatuhnya air mata kami, Singapura tujuan kami berikutnya, Kab Khun Ka Thailand, terima kasih untuk hari-hari penuh kenangan di negeri gajah putih itu. Petulanganpun dimulai....

Bye Bangkok