Selasa, 13 Maret 2012

Kesurupan Massal

Duluuu di awal-awal aku mengajar disekolah ini, kejadian kesurupan massal pernah terjadi. Diawali dengan terbakarnya hutan dibelakang sekolah. Anak-anak sontak berinisiatif memadamkan api ada yang mengguyur dengan ember berisi air ada yang memukul-mukul semak yang terbakar dengan kayu agar apinya mati. Apinya terkendali namun sesuatu yang tak terkendali mulai berlangsung, beberapa anak jatuh pingsan dan berteriak-teriak histeris bahkan kejang-kejang, kami harus memanggil ustadz untuk mengembalikan kesadaran anak-anak yang lagi trace itu. Bahkan ada yang biarpun berjam-jam masih tak sadar juga, yang paling susah kalau anak laki-laki yang kena, beberapa orang yang memegangi itu anak tidak kuat dia terus mengamuk, Bapak Kepala sekolah kami mengguyur anak itu dengan seember air dan ternyata manjur menyadarkan kesadaran anak itu.

Lama setelah itu, senin tadi di saat upacara bendera kejadian itu terulang lagi. Hari itu cuaca mendung berangin dingin. Seorang anak jatuh pingsan langsung dibopong ke ruang kantor, disusul oleh anak yang lain. Upacara terus berlangsung. Teriakan di dalam kantor membuat kami terperangah ini bukan pingsan biasa, disusul jeritan-jeritan lainnya, korban-korban lainpun berjatuhan, upacara dibubarkan. Bahkan yang bertugas sebagai pembaca acara upacara ikut-ikutan tumbang dan mengamuk. Rata-rata anak puteri dan dimulai oleh anak-anak yang baru pulang kemping pramuka. Anak-anak lain yang belum kena melihat dan mendengar teriakan temannya mulai terpengaruh mula-mula matanya merah, mereka mulai menangis dan jatuh pingsan kejang-kejang dan menjerit-jerit. Hari itu ibu-ibu Bapak-Bapak guru kewalahan menenangkan anak-anak yang lagi histeris itu.

Persis seperti di TV-TV itu, tangannya menggeggam kakinya kaku, matanya tidak fokus. Kadang nangis, marah-marah, tertawa. Yang setengah sadar masih bisa istigfar dan zikiran...waktu kutanya ia merasa apa? katanya dadanya sakiiiiiiiit sekali....aduuuuh Bu...dadaku sakit. Mendengar temannya menjerit...dia ikut menjerit...Ibu Toloooong temanku...tolong kasihan diaaa..."Aku sempat merinding juga, tapi aku tak henti-henti berzikir dan berdoa, bukannya apa-apa takut kena juga, apa kata duniaaa :D.

Beberapa ustadz didatangkan untuk menyadarkan anak-anak itu, alhasil bajuku ikutan basah kena sembur ustadz :D. Beberapa bisa disadarkan, tapi tidak sedikit korban baru berjatuhan lagi, sedang yang sudah sadar beberapa di jemput orang tuanya pulang. Eh sudah sadar dan mau pulang mendengar jeritan temannya di dalam kelas....ditengah jalan bruk! ambruk kesurupan lagi. Bahkan dia menari-nari ditengah lapangan.Yang satunya lagi mau lari ke hutan...untung bisa dikejar dan ditangkap sama anak laki-laki.20-an lebih anak perempuan yang jadi korban kesurupan massal, tidak ada anak laki-laki, mungkin fisik dan mental anak laki-laki lebih kuat.Alhasil sekolah hari itu dipulangkan lebih awal.

Percaya tidak percaya kejadian seperti ini nyata dan terjadi di sekolahku. Aku percaya mereka bisa begitu karena kondisi tubuh mereka kelelahan dan pikiran mereka yang kosong. Kata rekan kerjaku kenapa orang dewasa jarang kesurupan? Karena kita udah kebanyakan pikiran, ngga ada tersisa pikiran kosong terutama mikirin utang :D

8 komentar:

  1. Betul mbaaaak. :D Orang dewasa udah kebanyakan pikiran, makanya jarang kesurupan. XD

    BalasHapus
  2. seram juga ya mbak kalau melihat orang kesurupan apalagi ini masal

    BalasHapus
  3. Takut juga yah mba menghadapi kesurupan masal seperti itu

    BalasHapus
  4. tapi terkadang kesurupan massal tsb hanya sebuah akting massal dari beberapa oknum siswa yang menyalah gunakan hal tsb
    soalnya aku sering nemuin hal tsb mba

    BalasHapus
  5. ahak hak hak
    utaaang :D
    waw aku cudah dewasa *ingat umur

    BalasHapus
  6. kunjungan sob :)
    sukses selalu :)

    BalasHapus
  7. wew mengerikan. jangan sampe kita ikut kesurupan.

    BalasHapus
  8. kunjungan gan.,.
    bagi" motivasi.,.
    kehilangan jadikanlah sebuah pelajaran untuk mu.,.
    jangan hanya menyesali apa yang terjadi.,.
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,

    BalasHapus

Terima kasih buat teman-teman yang sudah berkomentar